Info, tips, dan panduan digital harian6 Sep 2026

BerandaKeamanan

Keamanan

Link di WhatsApp Bisa Berbahaya — Cara Cek Sebelum Anda Klik

Ditulis oleh Tim Redaksi info-qu.com · Diperbarui 20 Aug 2026 · 3 menit baca

WhatsApp menampilkan pratinjau tautan: gambar, judul, kadang tombol. Pratinjau itu diambil dari metadata halaman, bukan jaminan bahwa tujuan aman atau bahwa pengirim memang bermaksud baik. Perangkat yang sudah kena malware juga bisa mengirim tautan dari kontak yang Anda kenal.

Yang perlu dicek bukan hanya “apakah ini dari teman”, melainkan ke mana tautan itu benar-benar pergi dan apa yang diminta setelah diklik.

Tekan lama, baca domain

Sebelum membuka, tekan lama tautan. Lihat domain. Huruf mirip, subdomain panjang, atau nama merek plus kata “login”, “bonus”, “support” adalah pola umum. Jika teman mengirim tautan bank atau e-wallet, konfirmasi lewat panggilan atau pesan terpisah yang Anda ketik sendiri — bukan membalas utas yang sama.

Pesan “cek ini cepat, aku butuh bantuan transfer” dari kontak yang tiba-tiba gaya bahasanya kaku hampir selalu akun yang diambil alih. Tanyakan hal yang hanya teman itu tahu.

Pratinjau rapi bukan sertifikat kejujuran

Halaman phishing juga bisa punya gambar dan judul yang rapi. HTTPS hanya berarti koneksi terenkripsi, bukan bahwa pemiliknya jujur. Setelah terbuka, lihat bilah alamat. Formulir kata sandi di domain yang tidak Anda ketik sendiri adalah alasan untuk tutup.

Berkas, APK, dan undangan grup

Dokumen yang memaksa “izinkan edit” atau mengunduh pemasang di luar toko resmi lebih berbahaya daripada teks biasa. Undangan grup baru yang langsung menagih data atau investasi juga pola. Keluar, laporkan, jangan argumentasi.

Stiker dan status yang memuat QR atau tautan pendek punya risiko yang sama. Perluas pemendek jika layanan menyediakan pratinjau.

Jika sudah terlanjur buka

Jangan isi apa pun. Tutup. Jika kata sandi atau OTP sudah masuk, ganti kredensial dari perangkat aman dan cabut sesi. Periksa apakah ada aplikasi baru. Beri tahu pengirim jika akun mereka mungkin dikompromikan — tanpa meneruskan tautan aslinya ke grup besar.

Pengaturan yang mengurangi permukaan

Batasi siapa yang bisa menambahkan Anda ke grup. Nonaktifkan pratinjau tautan di jaringan yang tidak dipercaya jika Anda sering di Wi-Fi publik dan ingin lebih hati-hati. Jangan menyimpan kode cadangan WhatsApp di chat yang sama.

Untuk admin grup keluarga atau kerja

Tulis sekali di deskripsi grup: tidak ada tautan APK, tidak ada “CS resmi” di chat pribadi. Satu pengumuman berkala lebih murah daripada puluhan korban. Admin boleh menghapus pesan berbahaya tanpa drama.

WhatsApp memudahkan berbagi. Itu alasan tautan berbahaya ikut mudah. Perlakukan setiap URL seperti pintu yang belum Anda lihat; pratinjau hanyalah foto dari luar, bukan isi rumahnya.

Akun yang diambil alih dan tautan di status

Jika kontak tiba-tiba mengirim tautan bank dengan bahasa kaku, tanyakan hal pribadi lewat panggilan. Jangan membalas di utas yang sama dengan data. Status dan siaran yang memuat pemendek tautan punya risiko sama; perluas dulu.

Berkas “invoice” yang memaksa unduh di luar toko, atau undangan grup investasi dadakan, lebih aman diabaikan. Admin grup keluarga boleh menghapus tanpa diskusi panjang. Simpan aturan satu baris di deskripsi grup.

Setelah klik yang salah: jangan isi formulir, ganti kata sandi jika data sempat masuk, cabut sesi, dan beri tahu pengirim tanpa menyebarkan URL asli ke puluhan orang. Koreksi di tempat yang sama dengan sebaran.

Pemendek tautan, dokumen, dan cadangan chat

Pemendek menyembunyikan domain. Jika layanan punya perluasan, pakai. Jika tidak, minta pengirim menempel URL penuh. Dokumen yang membuka situs login di domain asing lebih berbahaya daripada PDF yang hanya bisa dibaca.

Cadangkan chat penting tanpa menaruh kode pemulihan WhatsApp di dalam chat itu juga. Kunci aplikasi. Batasi siapa yang menambah Anda ke grup. Setelah HP hilang, gunakan prosedur resmi perangkat tertaut, bukan “bantuan” di komentar status orang lain.

Jika tautan datang dari nomor yang baru saja mengganti foto profil dan nama, perlakukan seperti orang asing meski nomornya lama. Akun yang diambil alih sering berubah sedikit — cukup untuk menipu orang yang terburu-buru.

Perlakukan tautan keuangan di chat seperti surat yang belum dibuka di depan umum: lihat pengirim, lihat alamat, baru buka. Pratinjau hanyalah sampul. Isi yang berbahaya baru terlihat setelah Anda menyerahkan kode atau kata sandi.

← Kembali ke beranda

Artikel Lainnya

Keamanan
Keamanan

OTP dan Kode Verifikasi: Kenapa Tidak Boleh Dibagikan ke Siapa Pun

Kode OTP adalah kunci masuk sementara. Petugas sah tidak pernah memintanya lewat chat, telepon, atau remote access.

20 Aug 2026
Keamanan
Keamanan

Unduh Aplikasi dengan Aman: Toko Resmi, Izin, dan Tanda Berbahaya

File APK di luar toko resmi sering jadi jalur malware. Pelajari cara memilih sumber unduhan dan membaca izin sebelum instal.

20 Aug 2026
Keamanan
Keamanan

Scan QR Code dan QRIS: Cek Tujuan Sebelum Membayar atau Login

QR mempercepat bayar dan login, tetapi stiker overlay dan halaman palsu bisa mengalihkan Anda. Kebiasaan singkat sebelum mengarahkan kamera.

20 Aug 2026